Pengaruh Keberadaan Apoteker terhadap Mutu Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Wilayah Kabupaten Banyumas
Downloads
Downloads
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2006.
Saleh A. Evaluasi pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara [Thesis]. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada; 2009.
Komalasari A. E. Pengaruh keberadaan apoteker terhadap tingkat kepuasan pasien
dalam pelayanan informasi obat di puskesmas Kabupaten Banyumas [Skripsi]. Purwokerto : Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto;2013.
Pusat Data dan Informasi. Profil Kesehatan tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan; 2013.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Profil Kesehatan Kabupaten Banyumas 2014: Banyumas Sehat dan Mandiri. Purwokerto: Dinkes Kab. Banyumas; 2014.
Notoatmodjo S. Metodelogi penelitian kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta; 2010.
Sabarguna BS. Manajemen pelayanan rumah sakit berbasis sistem informasi. Jakarta: Sagung Seto; 2008.
Hasibuan MSP. Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara; 2014.
Marfinosa. Gambaran beban kerja karyawan di sub unit pembelian RS Haji Jakarta tahun 2003 [Skripsi]. Depok: Program Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia; 2003.
Siagian SP. Teori motivasi dan aplikasinya. Jakarta : PT. Rineka Cipta; 2004.
Adryanto M. Tips and tricks for driving productivity: Strategi dan teknik mengelola kinerja untuk meningkatkan produktivitas, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2012.
Suryani NMP, Wirasuta IMAG. Pengaruh konseling obat dalam home care terhadap kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi hipertensi. Jurnal Farmasi Udayana. 2013;2(3).
Robbins SP. Psikologi organisasi Edisi ke-10 (terjemahan). Jakarta: Prenhallindo;2007.
Weiss SA, Tappen RM. Essentials of nursing leadership and management Ed. 3rd, Philadephia: Davis Company; 2004.
Siagian SP. Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara; 2008.
Tampubolon BD. Analisis faktor gaya kepemimpinan dan faktor etos kerja terhadap kinerja pegawai pada organisasi yang telah menerapkan SNI 19-9001-2001. Jurnal Standardisasi. 2007;9(3):
-15.
Yuniarsih T. Manajemen sumber daya manusia. Bandung: Alfabeta; 2009.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2008.
Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan
Kefarmasian. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2009.
Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 889/Menkes/PER/V/2011 tentang Registrasi, ijin praktik, dan ijin kerja tenaga kefarmasian. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2011.
Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2014 tentang Standar pelayanan kefarmasian di puskesmas. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2014.
Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Rl No. 1027/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar pelayanan kefarmasian di apotek. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2004.
Republik Indonesia. Peraturan Bupati Kabupaten Banyumas No. 89 tahun 2014 tentang tata kelola badan layanan umum daerah unit pelaksana teknis pusat kesehatan masyarakat kabupaten
banyumas. Pemerintah Kabupaten Banyumas; Banyumas: 2014.











