Ekstrak Daun Annona muricata Linn. sebagai Antiproliferasi terhadap Sel Hepar Tikus Terinduksi 7,12 Dimetilbenz [a] antracene (DMBA)

Antiproliferatif Ekstrak daun Annona muricata Linn. Tumor hepar

Authors

  • Rosa Adelina
    rosa.adelina@safro.net
    Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Litbangkes, Kemenkes RI, Indonesia
  • Rahmi Febriyanti Universitas Islam Negeri SUSKA Riau, Indonesia
  • Intan Sari Oktoberia Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Litbangkes, Kemenkes RI, Indonesia
  • Putri Reno Intan Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Litbangkes, Kemenkes RI, Indonesia
March 2, 2020

February 24, 2014
February 24, 2014

Downloads

Annona muricata Linn. atau sirsak yang mengandung senyawa golongan acetogenin mampu menginduksi apoptosis pada secara in vitro dan bersifat sitotoksik. Telah dilakukan penelitian untuk membuktikan potensi ekstrak daun sirsak secara in vivo dalam menghambat perkembangan tumor hepar akibat induksi senyawa kimia 7,12 dimetilbenz [a] antracene (DMBA). Induksi dilakukan selama dua kali seminggu selama lima minggu, pada hewan coba tikus putih (Rattus novergicus) strain Sprague Dawley. Ekstrak daun sirsak diberikan dengan tiga peringkat dosis, yaitu 200, 400, dan 800 mg/kg BB, selama tujuh belas hari setelah dua minggu pemberian DMBA. Hasil pemeriksaan histopatologi dan penentuan aktivitas proliferasi sel hepar dengan AgNOR menunjukkan adanya penurunan aktivitas proliferasi sel hepar secara signifikan. Disimpulkan bahwa ekstrak daun sirsak berpotensi sebagai antiproliferasi pada tumor hepar secara in vivo.